Iklan Billboard 970x250

Cek Fakta: Viral Video Banjir di Pidada Bandar Lampung, Benarkah?

Cek Fakta: Viral Video Banjir di Pidada Bandar Lampung, Benarkah?


Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim banjir di Pidada, Bandar Lampung. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Reverse Image.


Hasilnya terdapat video identik yang diunggah oleh channel YouTube Bung Chokra pada 9 Februari 2021. Video tersebut diberi judul "Banjir Terparah Tahun 2021 di Pantura Pamanukan Subang Jabar".


Gambar Tangkapan Layar Video dari Channel YouTube Bung Chokra


"Pray for Subang


Semoga bencana ditahun ini segera Allah hilangkan, dari pandemi covid hingga longsor, dan banjir.. amin," tulis channel YouTube Bung Chokra.


Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci "banjir pamanukan subang" di kolom pencarian situs berbagi video YouTube.


Hasilnya terdapat beberapa channel YouTube yang mengunggah video serupa. Satu di antaranya channel YouTube KOMPASTV pada 8 Februari 2021. Video tersebut diberi judul "Tanggul Sungai Cipunagara Jebol, Wilayah Pamanukan Terendam Banjir".


Gambar Tangkapan Layar Video dari Channel YouTube KOMPASTV


"PAMANUKAN, KOMPAS.TV - Arus sungai Cipunagara di Subang, Jawa Barat, meluap dan membanjiri permukiman.


Banjir bahkan mengalir deras hingga ke pusat keramaian di Pamanukan.


Dalam video ini adalah rekaman amatir saat banjir mengalir deras dan merendam kawasan pertokoan dan jalan utama Pamanukan, pada Senin (08/02) pagi.


Banjir berasal dari Sungai Cipunagara yang tanggulnya jebol dan arusnya meluap.


Hujan deras yang terus menerus mengguyur wilayah Pamanukan, Subang membuat Sungai Cipunagara meluap.


Luapan itu mengakibatkan banjir yang merendam jalan raya, pertokoan, pemukiman hingga areal pesawahan.


Sejumlah warga hampir hanyut terbawa derasnya air meski tengah di evakuasi petugas.


Banyak warga yang melintas air ini dengan membawa segala sejumlah pakaian untuk mengungsi.


Warga korban banjir dievakuasi tim SAR gabungan, yang mengikatkan tali sebagai pegangan saat melewati arus banjir yang deras.


Sebagian korban lain dievakuasi menggunakan perahu karet.


Korban banjir mengungsi di bawah jembatan layang atau fly-over Pamanukan.


Evakuasi korban banjir juga terjadi di Karawang, Jawa Barat.


Warga Desa Karang Ligar Kecamatan Teluk Jambe, dievakuasi tim sar dari atap rumah mereka.


Para korban terpaksa naik ke atap, seiring ketinggian banjir yang terus bertambah.


Korban banjir dievakuasi ke pengungsian di salah satu masjid di kawasan Teluk Jambe.


Lebih dari 4000 rumah terendam dan lebih dari 15 ribu warga terdampak banjir.


Sementara itu, banjir masih merendam sejumlah wilayah di Semarang, Jawa Tengah.


Wilayah yang masih terendam banjir antara lain Tlogosari, Muktiharjo Kidul, dan Muktiharjo Lor. Ketinggian banjir mencapai 50 sentimeter.


Hingga saat ini, Stasiun Tawang di Semarang, Jawa Tengah, belum dapat beroperasi, meski banjir di sekitar stasiun sudah surut.


Hal ini karena masih ada jalur kereta yang terendam banjir. Dengan kondisi ini, pengalihan rute perjalanan kereta masih dilakukan," tulis channel YouTube KOMPASTV.


 


Referensi:


https://www.youtube.com/watch?v=xvJrpF1eCVM


https://www.youtube.com/watch?v=1J-j0a9gFlw


 


 

SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

There is no other posts in this category.

Post a Comment

Iklan Tengah Post


FULL ARTICLE
READ MORE